Inklusi Keuangan

BERINKLUSI KEUANGAN DENGAN AGEN SISWA BROKER DALAM OPEN HOUSE

Dunia dan segala komponennya senantiasa berdinamika. perubahan teknologi, perubahan nilai dan kepercayaan, interaksi manusia, perubahan politik hingga lingkungan turut berkontribusi pada velocity dinamika terjadi, namun siapkah kita mengimbangi Velocity tersebut?

Sebagai wujud memperkenalkan program sekolah, SMA Katolik Frateran Malang mengadakan program Open house, program tersebut tidak saja dibuka bagi sekolah mintra, namun juga masyarakat secara umum. Kegiatan yang diselenggaran Jumat, 3 November 2023 tersebut mempertontonkan lakon ande-ande lumut, gamelan, berbagai macam eskul hingga kelas percobaan dengan tema “Niskalayana”.

Pengambilan tema tersebut tentu memiliki harapan besar pada perkembangan serta kesuksesan SMA Katolik Frateran Malang di Tahun ajaran baru.

Ada yang berbeda dengan kelas percobaan kali ini, melihat dari sudut paling pojok atas sekolah menghadirkan kelas Laboratorium IPS yang begitu futuristik, tidak saja mempertontonkan koleksi seperti museum, laboratorium IPS membuat sebuah gebrakan dalam memperkenalkan serta mengajak pengunjung untuk berinklusi keuangan melalui simulasi stocklab. Berjalan meriah, pengunjung langsung membagi diri kedalam kelompok-kelompok dengan pin bertema sama, setiap kelompok mendapatkan 1 orang broker yang menjadi penasehat dalam pengambilan keputusan game ini. Berjalan dua putaran dengan kondisi ekonomi yang disetting sedemikian rupa, akhirnya membuahkan satu tim pemenang.

Melalui trial class ini pengelola laboratorium berharap anak-anak tidak saja meningkatkan literasi dalam pengelolaan keuangan mereka namun juga kedepannya mampu untuk berinklusi keuangan. Berinklusi keuangan menunjukan komitmen untuk melakukan aksi menyediakan akses yang sangat penting bagi tuntutan masyarakat modern saat ini, sehingga kemampuan pengunjung yang sudah melakukan permainan stocklab akan mampu melakukan pengelolaan keuangan secara pribadi, pemahaman terkait kredit, kesadaran investasi, keamanan finansial hingga resiko dapat dipahami pengunjung dengan baik, sehingga keputusan keuangan yang diambil dapat tepat. Terakhir, pengelola juga menyampaikan “resiko terbesar muncul karena kita tidak mencoba”

Frida – Fram News /IPS Pers

Tinggalkan Balasan